4 Indikator yang Memprediksi Arah Trend di Market Forex

Trend merupakan suatu arah yang dominan pergerakan harga, ilustrasinya jika harga meningkat, maka trend akan naik. Bila harga menurun, maka trend akan turun. Kemampuan untuk menentukan trend di pasar forex pada awal kemunculan adalah kualitas utama yang membedakan trader profesional dengan yang amatir.

Cara-Mudah-Menentukan-Arah-Trend-Harga-Forex
Sumber Foto : jurnalforex.com

Beberapa metode untuk memprediksi sebuah trend di pasar forex, mulai dari inspeksi visual secara casual sampai indikator khusus. Artikel ini akan membahas metode-metode yang sering digunakan sebagai berikut:

1. Analisis Visual

Cara pertama yang sederhana untuk mengidentifikasi sebuah trend dengan menggunakan analisa visual. proses menganalisis secara visual melihat grafik. Adapun caranya dengan mengenali nilai tinggi pada segment yang terdapat di grafik, dan sebaliknya juga kenali nilai rendah pada segment di grafik kemudian tarik satu garis lurus melewati nilai tinggi dan satu garis lain yang melewati nilai rendah. Contohnya:

PARABOLIC SAR
Sumber Foto : iqbisnis.com

Berdasarkan gambar di atas, Arah garis-garis tersebut akan menjadi trend, jika kedua garis tersebut bergerak ke atas menunjukkan market sedang mengalami kenaikan trend atau upward. Namun, jika kedua garis tersebut bergerak ke bawah menunjukkan market sedang mengalami penurunan/downward. Berbeda halnya jika kedua garis bergerak menjauhi satu sama lain berarti pasar sedang mengalami ranging. Apabila kedua garis bergerak menyamping berarti pasar sedang datar/flat.

Problem dalam analisis visual yaitu ukuran sampel yang digunakan. Trend harus berlangsung sekian lama agar dapat megidentifikasinya secara visual.

Baca juga : Tools Analisa Forex Terpopuler dalam Trading

2. Moving Average

Indikator yang kedua yaitu moving average atau rata-rata bergerak, dapat mewakili cost average dari aset dalam jumlah tertentu candlestick. Metode kedua ini mudah dipakai. Grafiknya jika harga naik ke atas moving average, maka trend sedang naik dan sebaliknya. Misalkan, indikator 50 MA populer menggambarkan nilai rata-rata dari 50 candlestick pada harian terakhir.

3. MACD

Indikator Moving Averages Convergence/Divergence (MACD) adalah cara lain yang lebih sederhana dan tepat. Dilihat dari grafiknya ketika poin 0 dilintasi, MACD mengindikasikan awal sebuah trend baru. Apabila tren bergerak pada sektor positif menggambarkan trend sedang naik. Sedangkan trend bergerak pada sektor negatif berarti tren sedang turun.

Pada dasarnya MACD tidak membedakan antara trend lemah dan trend kuat, meskipun pada versi modernnya terdapat garis sinyal, hanya sektor yang mengindikasikan trend umum. Untuk trader pemula disarankan menggunakan trend yang mencapai garis sinyal, dikarenakan trend tersebut menawarkan kinerja yang jauh lebih handal.

4. Momentum

Indikator terakhir ini sedikit tidak umum dalam mengidentifikasi sebuah trend yaitu Momentum. Indikator tersebut dapat mengukur kecepatan perubahan harga, yang acap kali mendahului awal sebuah trend baru. Momentum cukup mirip dengan trend akan tetapi kurang tepat bila dibandingkan indikator lainnya. Momentum dijadikan sebagai indikator pembantu dan menjadi tidak terlalu digunakan bila sudah dapat mengidentifikasi sebuah trend secara visual.

Melihat indikator secara khusus untuk mengidentifikasi sebuah trend di market forex menjadi lebih mudah. Sama halnya ketika Anda ingin mengikuti sebuah trend, maka diperlukan broker trading forex dengan pemrosesan order yang cepat dan terpercaya. Jika belum menemukannya coba cek EA Next Generation, mereka memiliki program edukasi yang baik, dukungan yang cepat tanggap dan performa sistem yang terbaik. Simak lebih dalam tentang profit dengan robot trading forex kami DISINI.